Konferensi Internasional Cross-Cultural Religious Literacy (ICCCR) 2025 resmi dibuka di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (11/11/2025). Forum global ini mempertemukan para ahli, akademisi, dan pemimpin lintas negara untuk membahas penguatan pendidikan dan kepercayaan sosial sebagai fondasi masyarakat multikultural dan multifaith yang harmonis.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam pidato pembuka menegaskan bahwa literasi keagamaan lintas budaya menjadi kunci dalam memperkuat kedamaian, toleransi, dan kohesi sosial, baik di Indonesia maupun kawasan ASEAN.
Ia menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam mendorong pemahaman yang inklusif di tengah keberagaman.
Selama tiga hari pelaksanaan, konferensi menghadirkan diskusi panel dan studi kasus dari berbagai negara. Salah satu sesi utama menyoroti pengalaman Indonesia dalam mengembangkan kompetensi keagamaan yang mendukung kerja sama lintas budaya serta upaya mengatasi stereotipe dan potensi konflik melalui pendidikan.
Di tengah tantangan era digital, para peserta juga menyoroti kebutuhan kolaborasi dan inovasi dalam memperkuat kepercayaan sosial di masyarakat ASEAN.
Melalui berbagi pengalaman, strategi, dan praktik terbaik, konferensi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan kerja sama pendidikan lintas negara.
Rektor UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ICCCR 2025.
Ia menilai forum ini sebagai langkah strategis untuk memperkokoh dialog lintas iman dan meningkatkan kualitas pendidikan multikultural di kawasan.
Konferensi berakhir pada 13 November 2025 dengan penandatanganan deklarasi bersama untuk memperkuat komitmen regional dalam pengembangan literasi keagamaan lintas budaya.



