Najwa Shihab di World Meeting on Human Fraternity 2025: Menyuarakan Persaudaraan melalui Jurnalisme

PADA 12-13 September 2025, kota Roma, Italia, menjadi tuan rumah World Meeting on Human Fraternity 2025, sebuah acara internasional yang terinspirasi dari ensiklik Paus Fransiskus Fratelli Tutti (2020).

Acara tahunan ketiga ini bertujuan mempromosikan dialog global tentang persaudaraan, perdamaian, dan martabat manusia di tengah tantangan seperti ketimpangan, perubahan iklim, dan konflik.

Salah satu tokoh yang hadir adalah jurnalis ternama Indonesia, Najwa Shihab, yang menyampaikan pidato penuh makna tentang peran jurnalisme dalam membangun persaudaraan dan melawan disinformasi, mewakili suara Indonesia di panggung dunia.

Hari Pertama: Laboratorium Kemanusiaan di Roma

Tanggal 12 September 2025 menjadi hari pembukaan dengan 15 diskusi meja bundar yang menjadikan Roma sebagai “laboratorium kemanusiaan.” Diskusi ini digelar di lokasi-lokasi simbolis seperti Bukit Capitoline, markas FAO, delegasi Uni Eropa, Asosiasi Perbankan Italia (ABI), dan Kantor Provinsi Roma.

Topiknya mencakup pertanian dan keberlanjutan, tata kelola lokal, seni dan sastra, masa kanak-kanak, ekonomi, pendidikan, pelatihan politik, media, kecerdasan buatan, pekerjaan, kesehatan, hingga olahraga. Sesi-sesi ini dirancang untuk berbagi praktik terbaik dan merumuskan langkah konkret menuju persaudaraan universal.

Najwa Shihab, pendiri Narasi TV dan jurnalis terkemuka Indonesia, menjadi salah satu pembicara kunci dalam sesi yang kemungkinan besar membahas integritas informasi dan peran media.

Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya jurnalisme sebagai alat untuk menyatukan perbedaan dan membangun dialog. Berikut adalah inti dari pidato inspiratifnya:

Pidato Najwa Shihab di World Meeting on Human Fraternity 2025

“Rekan-rekan yang terhormat, adalah kehormatan bagi seorang jurnalis Indonesia untuk bergabung dalam pertemuan ini. Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan negara dengan mayoritas Muslim terbesar, adalah rumah bagi 270 juta orang yang persatuan dan keberagamannya luar biasa. Di sini, jurnalisme bukanlah sesuatu yang abstrak, tetapi dibutuhkan untuk menyeimbangkan perbedaan dan memupuk dialog.”

“Namun, platform digital sering kali memperbesar amarah, menyebarkan kebohongan, dan meraup untung dari perpecahan. Teori konspirasi meracuni keluarga, disinformasi merusak pemilu, dan ujaran kebencian menyulut masyarakat dalam api. Deepfake mengaburkan apa yang nyata dan perlahan menghancurkan kepercayaan kita.”

“Di saat yang sama, saya melihat kebalikannya di Indonesia. Anak muda memverifikasi ucapan politisi secara langsung dan turun ke jalan menuntut transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat memobilisasi bantuan lebih cepat daripada pemerintah. Aktivis iklim terhubung lintas batas dengan kecepatan yang tak bisa ditandingi negara mana pun. Di Indonesia dan di seluruh dunia, warga sedang merebut kembali kekuatan mereka, menggunakan suara mereka bukan untuk memecah belah, tetapi untuk bersatu.”

“Kita harus tetap bersatu sebagai komunitas global untuk menjadikan informasi sebagai instrumen persaudaraan. Kita harus melindungi media independen dari cengkraman politik dan komersial serta memelihara literasi media, sehingga warga dapat berdiri teguh melawan disinformasi. Ini bukan harapan idealis, ini adalah kebutuhan mendesak bagi demokrasi yang sedang dalam tekanan dan masyarakat yang terbelah oleh ketidakpercayaan.”

“Mari kita terus mengingat mereka yang menanggung beban paling menyakitkan hari ini. Di Gaza dan di seluruh Palestina, jurnalis bukan hanya saksi, mereka telah menjadi sasaran. Mereka gugur bukan dengan senjata, tapi dengan kamera dan buku catatan di tangan. Keberanian mereka mengingatkan kita mengapa kita di sini, karena kata-kata bisa menjadi tembok dan perisai, tetapi juga bisa menjadi jembatan menuju kebenaran. Kata-kata bisa menghancurkan, tapi juga bisa membela martabat dan kemanusiaan. Menghormati mereka berarti menghormati prinsip yang terletak di jantung pertemuan ini.”

“Seperti yang diingatkan Paus Leo XIV kepada kita, sebelum menjadi orang beriman, kita adalah manusia. Sebelum menjadi apa pun, kita adalah manusia. Kita perlu mengingatkan dunia bahwa jurnalisme juga bisa menjadi wujud cinta. Tidak ada kekuatan yang lebih besar dari persaudaraan. Terima kasih.”

Pidato ini mendapat sambutan hangat, mencerminkan realitas global sekaligus membawa perspektif unik dari Indonesia sebagai negara dengan keberagaman luar biasa.

Hari Kedua: Perayaan Persaudaraan di Lapangan Santo Petrus

Puncak acara pada 13 September 2025 ditandai dengan “Assembly of the Human”, di mana hasil diskusi meja bundar disampaikan untuk meluncurkan proses sinodal internasional.

Malam harinya, acara publik bertajuk Grace for the World digelar di Lapangan Santo Petrus pukul 20.30 waktu setempat. Pertunjukan megah ini menampilkan Andrea Bocelli, Pharrell Williams bersama paduan suara gospel Voices of Fire, John Legend, Karol G, Paduan Suara Keuskupan Roma di bawah pimpinan Marco Frisina, serta paduan suara internasional.

Ditambah dengan pertunjukan drone dan cahaya yang terinspirasi dari Kapel Sistina, acara ini menjadi penutup yang penuh makna. Paus Leo XIV juga menyapa peserta di Aula Clementine, menegaskan visi persaudaraan sebagai jawaban atas kesepian dan perpecahan global.

Acara ini, yang diselenggarakan oleh Basilika Santo Petrus, Yayasan Fratelli Tutti, dan asosiasi Be Human, menekankan pentingnya “kecerdasan relasional” untuk menjembatani perbedaan dan menginspirasi kebijakan yang berpihak pada kemanusiaan.

Najwa menjadi representasi suara Asia yang memperjuangkan nilai-nilai universal tersebut, sekaligus membawa perspektif dari negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia

Melalui pidato Najwa Shihab, Indonesia menegaskan bahwa jurnalisme bukan hanya profesi, tetapi juga wujud cinta yang mampu membangun jembatan menuju kebenaran dan persaudaraan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Jalin Kerjasama

GemaMerahPutih.com terbuka untuk kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat maupun lembaga. Silahkan hubungi kami:

Jenis Kerjasama

Form Pengaduan

Silahkan tuliskan pengaduan Anda di dalam form berikut: