Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi utama dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.
Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Penguatan Moderasi Beragama untuk Masyarakat bertema “Membangun Fondasi Kerukunan Berbasis Kearifan Lokal” yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat, Selasa (4/10/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PWNU Jawa Barat dan Kementerian Agama RI. “Moderasi beragama ini memang sangat penting, apapun agamanya dan apapun ormasnya. Di NU sendiri, kita adalah komunitas yang moderat,” ujar KH Juhadi.
Moderasi Beragama, Cerminan Umat yang Seimbang
Dalam pidatonya, KH Juhadi menjelaskan bahwa sikap moderat adalah karakter dasar Islam sekaligus nilai yang melekat dalam tradisi Nahdlatul Ulama.
Ia menegaskan, konsep moderasi beragama sejatinya sudah tercermin dalam ajaran Islam melalui istilah ummatan wasathan — umat yang adil dan seimbang sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
“Kalau tidak didasari dengan moderasi, maka perbedaan itu bisa menimbulkan perpecahan,” tegasnya.Menurut KH Juhadi, perbedaan adalah keniscayaan — baik dalam agama, pandangan, maupun cara beribadah — bahkan di antara umat yang memiliki keyakinan sama. Karena itu, moderasi menjadi kunci agar perbedaan tersebut tidak berubah menjadi konflik.
Pancasila dan NU Jadi Penopang Persatuan
Lebih lanjut, KH Juhadi juga mengapresiasi peran Pancasila sebagai dasar negara yang mampu menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman.
“Alhamdulillah, dengan dasar Pancasila dan didukung oleh Jam’iyah yang terkenal moderatnya, Indonesia tetap menjadi negara yang kokoh dan kuat. Ini harus kita pertahankan dan perkuat agar Indonesia selamanya menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Ia menilai, sinergi antara nilai-nilai keislaman yang moderat dan semangat kebangsaan yang berlandaskan Pancasila harus terus dijaga oleh seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda NU.



