PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima secara langsung Mushaf Al-Qur’an Gontor dan buku “Gontor untuk Indonesia” dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Mushaf Al-Qur’an Gontor diserahkan langsung oleh KH Akrim Mariyat, sementara buku dokumentasi peran alumni Gontor diserahkan oleh KH Hasan Abdullah Sahal.
Dalam sambutannya, KH Hasan Abdullah Sahal menyatakan kedua karya tersebut menjadi bentuk persembahan Gontor yang mencatat kiprah para alumninya mengabdi bagi bangsa dan negara. Mushaf tersebut ditulis tangan oleh para ustaz dan santri Gontor, diterbitkan mandiri oleh Percetakan Gontor, dan diberikan kepada Presiden serta umat Islam.
“Dicetam santri Gontor. Diterbitkan di percetaman Gontor. Dibagikan pada anak-anak Gontor. Dihadiahkan kepada Bapak dan pada umat Islam,” ujar KH Hasan.
Mushaf Gontor: Karya Tangan Santri untuk Umat Islam
Mushaf Al-Qur’an Gontor merupakan hasil karya istimewa yang ditulis tangan langsung oleh para ustaz dan santri Gontor. Setelah melewati proses tashih resmi, mushaf ini diterbitkan dan dicetak secara mandiri oleh Percetakan Gontor, menjadi hadiah khusus dari Gontor kepada Presiden dan seluruh umat Islam.
Buku “Gontor untuk Indonesia”: Alumni Mengabdi untuk Negara
Sementara itu, buku “Gontor untuk Indonesia” mendokumentasikan sejarah, peran, serta sumbangsih ribuan alumnus Gontor dalam berbagai bidang pengabdian dan pembangunan bangsa. Kedua karya ini menjadi persembahan PMDG dalam momentum satu abad perjalanan pendidikan dan pengabdiannya bagi umat, bangsa, dan negara.
Suasana Riuh: Free Palestine! Kepedulian Gontor ke Dunia
Di tengah rangkaian kesyukuran 100 tahun Gontor, suasana Balai Pertemuan Pondok Modern berubah riuh. Saat Presiden Prabowo sedang menyapa Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari, tepuk tangan para santri, alumni, dan tamu undangan langsung bergemuruh memenuhi ruangan.
“Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!”, suara Presiden bergema dari mimbar sambil didukung teriakan serupa dari seluruh ruangan.
Duta Besar Palestina kemudian menghampiri Presiden. Sebuah keffiyeh khas Palestina dikalungkan ke leher Prabowo. Presiden menerimanya, keduanya berpelukan erat, dan keffiyeh tersebut tetap melingkar di pundaknya sepanjang sisa sambutan.
Hari itu, Palestina bukan sekadar nama negara sahabat. Ia hadir melalui tepuk tangan, sehelai keffiyeh, dan pesan kepada generasi muda bahwa kepedulian terhadap dunia dapat dimulai dengan mempersiapkan diri untuk membangun bangsa sendiri menjadi makin kuat.
Gontor 100 Tahun menegaskan bahwa pendidikan Islam wasathiyah bukan hanya membentuk karakter santri, melainkan juga menyumbang pemimpin bangsa yang peduli, berintegritas, dan berpihak pada keadilan global — seperti yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo di momentum ini.
Gontor Mengabdi. Indonesia Maju. Palestina Merdeka.



