Kerukunan Sukoreno Tandai Kampung Moderasi Beragama di Jember

PEMUDA Ansor Kencong bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mengadakan Peluncuran Kampung Moderasi Beragama dan Paparan Moderasi Beragama di Balai Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, pada Sabtu (19/9/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Umbulsari dan Kades Desa Sukoreno, yang turut memberikan sambutan pembukaan. Acara dibuka dengan salam dan sambutan dari panitia/ketua pelaksana yang menyampaikan tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kades Desa Sukoreno H. Achmad Choiri dan Camat Umbulsari, Prihan Jadid. Keduanya menekankan hampir hal yang sama bahwa menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. “Kita hidup di tengah keberagaman, mari kita rawat persatuan,” ujar keduanya dalam kesempatan yang sama.

Tokoh Agama Menjadi Saksi Hidup Moderasi Beragama

Acara selanjutnya berupa paparan dari tokoh agama setempat. Sudarmani (Tokoh Agama Hindu) menceritakan kehidupan sehari-hari di Desa Sukoreno yang berbeda agama namun tetap rukun. Selanjutnya, Romo Catur (Tokoh Agama Katolik) menceritakan gereja Katolik yang berusia 1 abad di Sukoreno. Setiap renungan tanggal 16 Agustus, gereja mengundang tokoh agama Islam, Hindu, dan kepercayaan Saptadarma yang bertempat di halaman Goa Maria. Kemudian, Sunyoto (Tokoh Kepercayaan Saptadarma) menyampaikan bahwa di Sukoreno bukan hanya toleransi antarumat beragama, melainkan juga produk unggulan seperti buah jeruk yang sudah dikenal luas di wilayah Kecamatan Umbulsari.

Ketiga tokoh agama tersebut secara bersama-sama mengingatkan bahwa moderasi beragama adalah sikap dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan mengambil jalan tengah, tidak berlebihan, serta tetap menghormati perbedaan dan menjaga persatuan. Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, tetapi mengajarkan bagaimana menjalankan ajaran agama sambil menghormati hak orang lain.

Terapkan Moderasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kegiatan ditutup dengan pesan agar seluruh peserta dapat menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Moderasi beragama diharapkan bukan hanya menjadi materi, melainkan terwujud melalui sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, musyawarah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Pemuda Ansor Kencong dan LPPM Jember telah membuktikan bahwa moderasi beragama bukan lagi mimpi, melainkan nyata di Desa Sukoreno. Di sinilah persatuan diukir dengan darah, air mata, dan keringat, tepat di tengah keberagaman yang kaya raya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Jalin Kerjasama

GemaMerahPutih.com terbuka untuk kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat maupun lembaga. Silahkan hubungi kami:

Jenis Kerjasama

Form Pengaduan

Silahkan tuliskan pengaduan Anda di dalam form berikut: