KETUA MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara Dharma Agama dan Dharma Negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, kehidupan beragama dan kehidupan bernegara tidak bisa dipisahkan, tidak perlu dipertentangkan. Sebaliknya harus saling menguatkan.
Penegasan disampaikan Muzani dalam pembukaan Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Kamis (8/10/2026).
Hadir dalam acara tersebut Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pariwisita Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka, para anggota DPR dan DPD dari daerah pemilian Bali, perwakilan Gubernur Bali dan pemerintahan kabupaten/kota se-Bali, serta tokoh PHDI dari seluruh 35 provinsi dan 251 kabupaten/kota.
Tema Mahasabha XIII yang diusung adalah “Penguatan PHDI Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya”.
Agama dan Negara Harus Saling Menguatkan
Muzani menegaskan bahwa Dharma Agama dan Dharma Negara merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Negara dan agama memiliki peran yang saling melengkapi.
“Kita menginginkan agar agama tidak menghalangi negara, dan agama tidak dihalangi oleh negara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa umat Hindu memiliki kontribusi besar dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Nilai-nilai keagamaan harus menjadi kekuatan yang mendorong pertumbuhan dan penguatan negara.
“Keyakinan terhadap agama yang kita yakini harus memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan dan penguatan negara, karena kita meyakini keyakinan terhadap agama tidak bertentangan sama sekali dengan tujuan kita bernegara,” tegas Muzani.
Muzani menekankan penguatan umat Hindu tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Salah satu indikator umat yang kuat adalah kemampuan memenuhi kebutuhan diri dan keluarga serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Umat Hindu yang paling kuat cirinya adalah jika umat Hindu dompetnya tambah tebal,” ungkapnya.
Kemandirian ekonomi memungkinkan umat menghidupi diri dan keluarga, sekaligus memberikan bantuan kepada orang lain. Ia juga mengaitkan kontribusi umat Hindu dengan perjalanan panjang sejarah Nusantara, seperti kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram Kuno, yang membawa nilai toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap perbedaan.
“Bantu membantu menjadi ciri Indonesia, bukan karena kita kelebihan atau banyak uang, tapi kita merasa punya kewajiban membantu orang yang memerlukan,” ujar Muzani.
Peran Sulinggih dan Kurikulum Cinta
Muzani mengapresiasi peran para sulinggih dan pandita yang mendampingi umat dalam berbagai kondisi, baik susah maupun senang, termasuk saat bencana dan konflik.
Ia menekankan pentingnya mengembangkan “kurikulum cinta” sebagai salah satu pendekatan dalam membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang rukun di tengah keberagaman.
Menurut Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, nilai cinta dapat menjadi kekuatan yang membuat berbagai persoalan kehidupan menjadi lebih mudah.
“Semakin terasa pentingnya kita mengembangkan kurikulum cinta. Jika cinta sudah berbicara, maka semuanya akan ringan, semuanya akan terang, dan semuanya akan mudah,” ujar Nasaruddin Umar.
Nasaruddin Umar juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani, para pejabat negara, ketua umum PHDI dari berbagai periode, serta tokoh lintas agama. Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia berhasil meramu perbedaan menjadi kekuatan menyatukan melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
“Bangsa Indonesia yang sangat plural ini… kita menjadi contoh bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang patut untuk menjadi teladan dalam meramu perbedaan,” tegas Nasaruddin Umar.
Akhir Mahasabha: Mahasabha Berarti Pertemuan Besar
Di akhir sambutannya, Muzani mengucapkan selamat atas pelaksanaan Mahasabha XIII yang berlangsung 8–11 Oktober 2026. Mahasabha tersebut diharapkan membawa kebaikan bagi agama dan bangsa.
“Kepada pengurus PHDI yang akan datang, teruslah memberi bakti kepada negara, teruslah memberi bakti kepada agama, teruslah memberi kontribusi yang makin besar dalam kehidupan bernegara dan dalam persatuan kita semuanya,” ajak Muzani.
ahasabha XIII PHDI semakin memperkuat sinergi antara Dharma Agama dan Dharma Negara. Di sinilah persatuan umat beragama diukir dengan toleransi, gotong royong, dan nilai cinta yang menghadirkan Indonesia raya yang harmonis.



