Kubu Raya Menjahit Indonesia dari Komitmen Kebangsaan

Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kubu Raya menyatakan komitmen kebangsaan.

Dua puluh dua organisasi etnis nyatakan sikap: keberagaman adalah kekuatan, bukan alasan untuk berjarak.

AULA Kantor Bupati Kubu Raya pada Selasa siang, 22 Juli, tak sekadar menjadi ruang temu, melainkan panggung bagi pernyataan untuk komitmen kebangsaan. Sebanyak 22 organisasi etnis dan budaya yang tergabung dalam Perkumpulan Merah Putih (PMP) berdiri sejajar, menyuarakan satu sikap yakni menjaga persatuan, menolak intoleransi, merawat harmoni.

“Kubu Raya adalah miniatur Indonesia,” ujar Bupati Sujiwo dalam sambutannya. “Dan kami, bersama Pak Wakil Bupati Sukiryanto, memilih jadi orang tua bagi semua agama dan suku.”

Dari Dewan Adat Dayak hingga Kerukunan Keluarga Batak, dari FLOBAMORA-NTT hingga Majelis Adat Budaya Tionghoa, suara mereka beragam tapi nadanya satu ialah menolak provokasi, ujaran kebencian, dan segala bentuk tindakan yang bisa meretakkan tenun sosial.

Koordinator PMP, Edi Suhairul, membacakan lima butir komitmen yang dirumuskan bersama. “Kami percaya keberagaman bukan pemisah, tapi kekuatan besar yang harus dirawat bersama,” ujarnya lantang.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kubu Raya, Lasem, menambahkan, “Kami siap bergandengan tangan dengan semua suku dan golongan demi kedamaian dan persatuan.”

Deklarasi ini bukan seremonial semata, melainkan ikhtiar konkret membangun Kubu Raya sebagai rumah besar yang damai, inklusif, dan setia pada semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sebuah pesan sunyi dari daerah, yang justru lantang menyuarakan masa depan Indonesia.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Jalin Kerjasama

GemaMerahPutih.com terbuka untuk kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat maupun lembaga. Silahkan hubungi kami:

Jenis Kerjasama

Form Pengaduan

Silahkan tuliskan pengaduan Anda di dalam form berikut: