SUASANA Auditorium Maftuchah Yusuf Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Sabtu (20/9/2025) berbeda dari biasanya. Lampu ruangan diredupkan, videotron menyala, dan ratusan penonton dari berbagai kalangan memenuhi kursi.
UNJ resmi menjadi tuan rumah Arts Lumière Indonesia Festival (ALIF) 2025 dengan rangkaian acara Muslim World Movie Screening.
Festival yang mengusung tema besar “Stories of Peace” ini berlangsung pada 20–21 September 2025.
Pesan perdamaian, toleransi, dan persaudaraan lintas bangsa dikemas melalui karya sinema yang inspiratif.Hadir dalam pembukaan sesi pemutaran film, pimpinan universitas, mahasiswa, dosen, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu).
Diplomat Madya Kemenlu RI, Rijal Wirakara, menegaskan bahwa ALIF adalah wujud nyata diplomasi budaya Indonesia.
“Melalui festival ini, UNJ berkontribusi aktif mempromosikan perdamaian dunia, membangun saling pengertian, dan memperkuat jejaring kerja sama dengan negara-negara OKI,” ujarnya.
Lebih dari 150 penonton mengikuti pemutaran film hari pertama, termasuk siswa SMA/SMK dan masyarakat umum. Diskusi pascapemutaran berlangsung hangat, dengan banyak pertanyaan kritis soal teknis perfilman hingga pesan moral yang disampaikan.
Film perdana berjudul The Banana Garden menyoroti perjuangan sekelompok remaja dalam menghadapi krisis sosial di lingkungannya. Kisah ini menekankan pentingnya solidaritas, keberanian, dan cinta tanah air bagi generasi muda.
Salah satu mahasiswa internasional, Alphas Otieno Odoyo dari Kenya, memberikan testimoni usai menonton.
“Film ini sangat menyentuh dan menginspirasi generasi muda untuk mencintai tanah air serta berani bertindak demi kebaikan bersama,” katanya.
Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis, Andy Hadiyanto, menegaskan bahwa ALIF lebih dari sekadar tontonan.
“Ini adalah ruang dialog budaya, refleksi, dan pembelajaran. UNJ bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga pusat diplomasi dan pengembangan budaya di level global,” ujarnya.
Selain di UNJ, pemutaran film ALIF 2025 juga berlangsung di XXI Jakarta Theater, Gedung Kesenian Jakarta, dan Perum PFN. Festival ini diharapkan memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa.
Dengan tema “Stories of Peace”, ALIF 2025 menjadi momentum penting mempererat jejaring antarbangsa, sekaligus menegaskan peran film sebagai media yang mampu menyuarakan perdamaian



