Semangat merawat kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama kembali digelorakan. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI menyiapkan rangkaian program bertajuk The Wonder of Harmony yang berlangsung dari Oktober hingga Desember 2026. Beragam kegiatan dirancang, mulai dari dialog kerukunan, pembinaan keluarga, dakwah inklusif, hingga aksi lintas iman.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Toleransi, kerukunan, dan cinta kemanusiaan merupakan modal sosial yang harus dirawat dan dijaga sepanjang masa. Nilai itu tidak hadir begitu saja, perlu diusahakan, disosialisasikan, dan disebarluaskan kepada masyarakat agar menjadi kebutuhan dan gaya hidup bangsa,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Dialog, Pembinaan Keluarga, dan Penguatan Penyuluh
Rangkaian kegiatan diawali dengan Dialog Kerukunan bertema “Merawat Toleransi Menguatkan Negeri” serta program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) pada Senin, 2 November 2026. Program BRUN bekerja sama dengan organisasi pemuda dan mahasiswa untuk memberikan pembekalan mengenai kesiapan membangun keluarga sejak dini.
Kegiatan dilanjutkan dengan Capacity Building Reconnect pada 3–5 November 2026 guna memperkuat kapasitas penyuluh agama dalam mendampingi proses reintegrasi sosial.
Nikah Akbar di Sejumlah Daerah
Upaya memperkuat ketahanan keluarga dan kepastian hukum diwujudkan melalui layanan Nikah Akbar bertajuk “Sah dalam Ikatan, Samara dalam Kehidupan”. Kegiatan nikah massal ini digelar secara bertahap di sejumlah daerah:
- Kota Semarang (21 Oktober 2026)
- Kota Ambon (31 Oktober 2026)
- Kota Medan (26 November 2026)
- Kabupaten Deli Serdang (27 November 2026)
- Kota Surakarta (5 Desember 2026)
Harmony Fun Walk dan Partisipasi Publik
Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional, masyarakat diajak berpartisipasi dalam Harmony Fun Walk. Kegiatan ini memadukan jalan sehat, senam massal, aksi peduli lingkungan, dan layanan edukasi keagamaan. Agenda tersebut dijadwalkan di tiga kota:
- Yogyakarta (15 November 2026)
- Surabaya (29 November 2026)
- Jakarta (6 Desember 2026)
Sektor ekonomi dan literasi keagamaan juga menjadi sasaran melalui partisipasi Kemenag dalam Halal Expo 2026 bertema “Halal Lifestyle for a Better World” pada 18–20 November 2026. Selain itu, Kemenag bersinergi melalui program BAZNAS Collaborative Leadership yang berlangsung secara berkala dari Oktober hingga Desember 2026 untuk mengoptimalkan penanggulangan kemiskinan.
Penguatan Dakwah Inklusif dan Seni Budaya
Penguatan kapasitas dakwah dan apresiasi seni budaya diwujudkan melalui kegiatan Ngaji Budaya dan Tradisi Islam di Nusantara serta forum Harmony Family Talks pada November 2026. Kemenag juga meluncurkan program RISE! (Ruang Inklusif dan Setara) bekerja sama dengan Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI). Program ini bertujuan membekali para pendakwah dengan keterampilan komunikasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Bakti Lintas Iman dan Pembibitan Dai Muda
Aksi merawat kerukunan berlanjut pada Desember 2026 melalui kegiatan Bakti Lintas Iman bertajuk “Saling Merawat, Saling Menghormati”, yang diawali dengan kick-off di kawasan Pulo Mas. Pada bulan yang sama, Kemenag menggelar program pembibitan 100 calon dai muda bertajuk “Dai Muda Penyeru Cinta”, sarasehan “Merawat Tradisi, Menghidupkan Seni Kitab Suci”, serta Halaqah Dai Kebangsaan. Halaqah tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengukuhan Majelis Dai Kebangsaan periode 2026–2031.
Sebagai penutup rangkaian pelayanan publik menjelang akhir tahun, Kemenag menyiapkan program Masjid Ramah Pemudik di berbagai wilayah selama periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Abu Rokhmad berharap seluruh agenda tersebut dapat memberikan dampak nyata dan menjangkau masyarakat secara luas.
“Rangkaian The Wonder of Harmony dirancang dengan konsep dadutainment atau dakwah-edutainment yang dapat menjangkau sebanyak-banyaknya umat beragama,” tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kemenag ingin menjadikan toleransi, kerukunan, dan cinta kemanusiaan bukan sekadar wacana, melainkan gaya hidup bangsa yang terus dirawat bersama.



