Di tengah duka yang menyelimuti Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi, sosok pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang akrab disapa Gus Miftah, hadir dengan aksi kemanusiaannya. Ia bertolak ke lokasi bencana untuk memastikan para penyintas mendapat bantuan.
Kehadiran Gus Miftah di NTT merupakan wujud nyata kepedulian yang mendalam. Ia diketahui telah menyalurkan bantuan dana pribadi sebesar Rp500 juta. Dana tersebut disalurkan melalui jaringan relawannya di lapangan untuk membeli kebutuhan logistik paling mendesak bagi para penyintas.
“Sudah saya transfer ke jaringan saya di sana untuk bisa dibelanjakan kepada teman-teman terdampak yang paling membutuhkan,” ujar Gus Miftah, Selasa (18/8/2026).
Inklusivitas dalam Bantuan Presiden
Langkah Gus Miftah di NTT semakin strategis dengan adanya amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Ia dipercaya untuk turut menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) yang difokuskan pada perbaikan rumah ibadah yang terdampak gempa.
Satu hal yang menarik perhatian adalah semangat inklusivitas yang diusung. Gus Miftah menegaskan bahwa renovasi rumah ibadah ini tidak memandang latar belakang agama. Masjid hingga gereja, yang terdampak semuanya masuk dalam daftar prioritas perbaikan.

“Saya juga mendapatkan amanah untuk menyalurkan Banpres renovasi rumah-rumah ibadah. Saya targetkan minimal besok kita bisa membantu sekitar 10 tempat ibadah, baik masjid, gereja, pura, dan yang lainnya,” tegasnya.
Perjalanan Menembus Pengungsian
Jadwal padat pun dilalui Gus Miftah. Setibanya di NTT, ia langsung menempuh perjalanan darat selama tiga jam menuju titik pusat pengungsian di kawasan Runting, Manggarai Timur. Di tengah kondisi yang serba terbatas, ia membagikan paket sembako yang menjadi kebutuhan krusial warga.
Gus Miftah yang tengah puasa Dawud pun berbuka puasa bersama warga. Ia tampak antusias berinteraksi dengan warga, mengunjungi pasien di rumah sakit.
“Alhamdulillah sore ini saya bisa mengunjungi kawan-kawan kita di Flores, Manggarai NTT, untuk memberikan semangat dan bantuan kepada mereka yang terdampak musibah gempa bumi,” ungkapnya.

Daftar Rumah Ibadah Penerima Bantuan Renovasi (Banpres):
Dalam dua hari kunjungan, terdapat 10 rumah ibadah yang menjadi sasaran untuk menerima bantuan renovasi, yakni:
- Masjid Besar Nurul Huda Reo, Kec. Reok
- Masjid Babussalam Salama Reo, Kec. Reok
- Gereja Stasi Santu Padre Pio Kenda Paroki Santu Fransiskus Assisi Karot, Kec. Ruteng
- Gereja Stasi St. Agustinus Nontol Paroki Kristus Raja Pagal, Kec. Cibal
- Gereja Stasi St. Agustinus Lamba Paroki Santu Michael Bea Nio, Kec. Cibal Barat
- GPdI El Shaday Reo, Jln Kedindi, Kel. Reo, Kec. Reok
- Masjid Al- Muhajirin Terang, Ds. Golo Sepang, Kec. Boleng
- Masjid Ibnu Samir Daleng, Ds. Watu Panggal, Kec. Sano Nggoang
- Gereja Stasi Nanga Kantor Barat, Ds. Nanga Kantor Barat, Kec. Macang Pacar
- Gereja Stasi Latung Paroki Petrus Compang, Kec. Pacar
Aksi Gus Miftah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya solidaritas lintas batas. Di saat bencana memisahkan manusia dari rumahnya, kepedulian justru menyatukan kita dalam misi kemanusiaan. #PrayForNTT



