UNIVERSITAS Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan memperkuat komitmennya menanamkan nilai moderasi beragama dan kebangsaan kepada mahasiswa melalui Kuliah Umum Kebangsaan Semester Ganjil 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Student Centre UIN Gus Dur Pekalongan pada Jumat (18/9/2026) menghadirkan K.H. Miftah Maulana Habiburrohman (Gus Miftah) sebagai narasumber utama.
Mengusung tema “Merawat Kebhinekaan, Mengukuhkan Kemanusiaan, untuk Indonesia yang Humanis”, kuliah ini menjadi ruang dialog kebangsaan yang strategis sekaligus momentum penguatan ekosistem moderasi beragama di perguruan tinggi.
Salah satu agenda utama adalah peresmian Aplikasi Moderat oleh Gus Miftah. Aplikasi ini menjadi bagian penting upaya UIN Gus Dur mengembangkan ruang edukasi, literasi, dan penguatan praktik moderasi beragama yang relevan dengan kehidupan mahasiswa dan masyarakat di era digital.
Moderasi Beragama di Era Digital
Gus Miftah mengajak mahasiswa memahami keberagaman sebagai realitas kehidupan bangsa yang harus dirawat bersama. Menurutnya, keberagaman bukan sumber perpecahan, melainkan modal sosial untuk membangun kehidupan kebangsaan yang harmonis dan manusiawi.
“Merawat kebhinekaan berarti merawat kemanusiaan. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi ruang bagi kita untuk belajar memahami dan menghargai satu sama lain,” demikian pesan Gus Miftah.
Ia menekankan pentingnya moderasi beragama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Mahasiswa sebagai generasi digital perlu menguasai kemampuan menyaring informasi, membangun dialog sehat, dan menghindari narasi yang memicu intoleransi.
Aplikasi Moderat diharapkan menjadi instrumen pendukung literasi moderasi beragama, sementara Pusat Moderasi Beragama UIN Gus Dur menjadi ruang kelembagaan untuk mengembangkan kajian dan kegiatan edukasi.
Mahasiswa: Penjaga Kebhinekaan dan Indonesia Humanis
Rektor serta jajaran pimpinan UIN Gus Dur turut memberikan dukungan penuh. Perguruan tinggi dipandang memiliki peran strategis membentuk mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, melainkan juga berintegritas kebangsaan dan kepedulian sosial.
Kuliah Umum Kebangsaan ini sekaligus menjadi pembekalan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Para mahasiswa diajak menjadikan kampus sebagai ruang perjumpaan lintas latar belakang yang memperkuat persaudaraan kemanusiaan.
Melalui peresmian Aplikasi Moderat, UIN Gus Dur menegaskan arah pengembangan moderasi beragama yang tidak berhenti pada wacana, melainkan menjadi gerakan edukatif yang dapat diakses, dipelajari, dan dipraktikkan oleh sivitas akademika.
Momentum Langkah Awal Menuju Indonesia Humanis
Kegiatan berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB dan dihadiri mahasiswa UIN Gus Dur sebagai peserta utama. Momentum ini diharapkan menjadi awal untuk memperluas gerakan moderasi beragama di lingkungan kampus dan memperkuat peran UIN Gus Dur sebagai perguruan tinggi yang ikut merawat kebhinekaan, mengukuhkan kemanusiaan, dan membangun Indonesia yang humanis.
UIN Gus Dur Pekalongan telah membuktikan bahwa moderasi beragama bukan sekadar teori, melainkan aplikasi nyata yang dapat diakses generasi muda melalui teknologi dan pendekatan humanis. Di sinilah tempatnya kampus menjadi benteng terdepan persatuan bangsa.
Kebhinekaan Dirawat Bersama. Kemanusiaan Diukuhkan Bersama. Indonesia Humanis.



