Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang 2026 resmi dibuka pada Kamis (15/10/2026), dengan mengangkat semangat pelestarian budaya, penguatan toleransi, dan pengembangan potensi ekonomi kreatif berbasis tradisi lokal.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan Loku oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama para wali kota peserta Rembuk Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026.
Kegiatan berlangsung di Panggung Utama PKD, Jalan Firdaus, tepat di depan Kantor Wali Kota Singkawang. Pembukaan tersebut dirangkaikan dengan jamuan makan malam penyambutan (welcome dinner) bagi para delegasi Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026.
Toleransi sebagai Branding Budaya Singkawang
Kota Singkawang mengandalkan nilai toleransi sebagai identitas kebudayaan unggulan dalam gelaran Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026. Wali Kota Tjhai Chui Mie mengatakan setiap kota memiliki keunggulan budaya yang dapat diperkenalkan dan dipelajari daerah lain untuk memperkuat pembangunan serta persatuan bangsa.
“Kalau Singkawang ini terkenalnya toleransi. Maka dari itu, rekan-rekan wali kota dari berbagai daerah ingin belajar tentang toleransi. Kami saling bertukar pikiran, bertukar ide, dan membahas apa saja yang bisa dilakukan,” kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (15/10) malam.
Menurut Tjhai, pertemuan antarpemerintah kota menjadi ruang strategis untuk membahas penguatan branding budaya. Upaya tersebut diharapkan membuat kekayaan tradisi dan identitas daerah tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Budaya sebagai Perekat Persatuan
Ia menegaskan, keberagaman budaya memiliki peran lebih luas daripada sekadar mendorong sektor ekonomi. Kebudayaan juga menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Singkawang siap berbagi pengalaman tentang bagaimana merawat toleransi di tengah keberagaman. Kami juga ingin belajar dan bertukar gagasan mengenai kebudayaan unggulan dari seluruh kota peserta,” ujarnya.
Melalui PKD, Pemerintah Kota Singkawang mendorong kebudayaan tetap hidup di tengah masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan potensi kreatif daerah. Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026 menjadi forum strategis untuk bertukar gagasan dan menentukan budaya unggulan masing-masing daerah.
Pekan Kebudayaan Daerah Singkawang 2026 menegaskan bahwa toleransi bukan hanya nilai, melainkan identitas budaya yang hidup dan dapat dipelajari seluruh Indonesia. Di sinilah Bhinneka Tunggal Ika diwujudkan melalui karya budaya dan kebersamaan.



