Rukun Festival 2026, Gelombang Harmoni yang Menyatukan Anak Muda Merah Putih

Kawasan The Telkom Hub, Jakarta Selatan, bertransformasi menjadi episentrum semangat kebangsaan pada Ahad (12/7/2026). Lebih dari 1.500 anak muda dari berbagai latar belakang, komunitas, ratusan influencer, dan tokoh publik memadati venue sejak pukul 08.00 hingga 22.00 WIB dalam Rukun Festival 2026.

Diinisiasi oleh Nasaruddin Umar Office (NUO), festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan gerakan konkret membangun kolaborasi jangka panjang demi Indonesia yang lebih inklusif, harmonis, dan berperan sebagai contoh perdamaian dunia.

Festival yang mengusung semangat “Rukun” ini dirancang dalam empat sesi utama: refleksi spiritual, dialog lintas perspektif, penguatan kepemimpinan perempuan, serta perayaan karya dan dedikasi kebangsaan. Seluruh rangkaian menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dan latar belakang yang kaya.

Teman Pulang: Pulang ke Diri dan Sang Pencipta

Acara dibuka secara resmi oleh Prof. KH Nasaruddin Umar. Kemudian, sesi Teman Pulang menghadirkan Ustaz Koh Dennis Lim dengan tema “Nggak Apa-apa Sendirian, Ajak Allah Berteman”. Dipandu Aiman Ricky, kajian ini menjadi momen reflektif yang mendalam.

Ustaz Koh Dennis Lim mengajak generasi muda menemukan kedamaian di tengah hiruk-pikuk kehidupan: “Ketika dunia membuatmu merasa tidak cukup, Allah selalu menerima kepulanganmu.” Sesi ini menjadi fondasi spiritual bagi seluruh rangkaian festival — mengingatkan bahwa harmoni bermula dari berdamai dengan diri sendiri dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.

Harmony Talks: Perbedaan sebagai Kekuatan

Dialog lintas perspektif berlanjut dalam Harmony Talks yang menghadirkan tokoh-tokoh seperti Yenny Wahid, Dewi Lestari, Pdt. Steve Marcel, Yan Mitha Djaksana, dan Habib Isa Al-Kaff. Para pembicara menegaskan bahwa perbedaan bukan sekat, melainkan kekayaan yang saling memperkaya.

Generasi muda diajak membawa semangat kerukunan ini ke kehidupan sehari-hari, membangun kolaborasi nyata lintas iman dan lintas sektor.

Women Talks: Perempuan Memimpin dengan Kelembutan dan Ketegasan

Sesi Women Leading Harmony menjadi sorotan utama. Keynote disampaikan Ny. Helmi Nasaruddin Umar, didampingi pembicara inspiratif seperti Asma Nadia, Revie Sylviana (Director of Global Partnerships Southeast Asia Meta), Anindytha Arsa, dan A. Tenri Wuleng (Director of Women’s NUO).

Ny. Helmi menekankan: “Perempuan harus mengambil ruang-ruang yang ada… karena perempuan dapat memimpin dengan kelembutan perasaan dan ketegasan dalam pengambilan keputusan.” Sebagai madrasah pertama bagi anak, perempuan menjadi tonggak kerukunan keluarga yang berdampak pada harmoni masyarakat luas.

Sesi ini bukan hanya berbagi cerita, melainkan wadah memperkuat kapasitas kepemimpinan perempuan lintas sektor demi generasi mendatang.

Puncak Perayaan: Diplomasi Agama Indonesia untuk Dunia

Malam penutup menjadi momentum emosional dengan Celebration of Harmony. Prof. KH Nasaruddin Umar meluncurkan dua karya penting: buku berbahasa Arab الاعتدال الديني وتحديات الأمة في المستقبل dan buku berbahasa Inggris “Religious Moderation and the Future Challenges of the Ummah”.

Lebih istimewa lagi, peluncuran buku “Diplomasi Agama: Jalan Damai Nasaruddin Umar” karya kolaboratif 24 akademisi, rektor, dan intelektual Indonesia. Buku ini mendokumentasikan pemikiran dan kiprah diplomasi kemanusiaan Menteri Agama RI tersebut.

Para akademisi seperti Prof. Dr. Nurhayati, Prof. Masnun Tahir, Prof. Idi Warsah, Prof. Mujiburrahman, dan lainnya menegaskan bahwa pengalaman Indonesia dalam merawat keberagaman adalah modal berharga bagi perdamaian global. Moderasi beragama, dialog lintas iman, dan humanisme religius menjadi bahasa universal yang ditawarkan Indonesia kepada dunia.

Andi Ahmad, Direktur Eksekutif NUO, menyatakan: “Rukun Festival 2026 adalah ruang bagi anak muda untuk menjadikan perbedaan sebagai jembatan kolaborasi nyata demi Indonesia yang harmonis.”

Sementara Rinaldi Nur Ibrahim, Ketua Pelaksana, menambahkan bahwa festival ini menjadi langkah awal misi besar menjaga Indeks Kerukunan Umat Beragama dan menjadikan praktik baik Indonesia sebagai contoh global.

Rukun Festival 2026 bukan sekadar acara satu hari. Ini adalah gelombang semangat persatuan yang diharapkan terus bergema, menginspirasi generasi muda Merah Putih untuk menjaga kerukunan, memperkuat moderasi, dan membawa nama Indonesia sebagai pembawa damai di kancah internasional.

Indonesia Harmonis. Indonesia Maju.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Jalin Kerjasama

GemaMerahPutih.com terbuka untuk kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat maupun lembaga. Silahkan hubungi kami:

Jenis Kerjasama

Form Pengaduan

Silahkan tuliskan pengaduan Anda di dalam form berikut: