Merajut Keharmonisan dalam Kebinekaan di Indonesia
Oleh: Abdul Waidl, Pemerhati Sosial Keagamaan Landasan Filosofis dan Konstitusional Kerukunan Bangsa Indonesia ditakdirkan sebagai entitas yang majemuk dan multikultural, […]
Oleh: Abdul Waidl, Pemerhati Sosial Keagamaan Landasan Filosofis dan Konstitusional Kerukunan Bangsa Indonesia ditakdirkan sebagai entitas yang majemuk dan multikultural, […]
Oleh: Ghaniya Salma, Content Creator MUKTAMAR bukan hanya tentang memilih pemimpin atau menentukan arah organisasi, tetapi juga tentang bagaimana kita
Ada yang “pergi” dari tata krama “kesantrian” kita belakangan ini, seperti daun-daun jati yang rontok sebelum kemarau sepenuhnya tiba. Di
Pendahuluan Indonesia merupakan potret nyata dari pluralistic society atau masyarakat majemuk yang membentang di sepanjang garis khatulistiwa. Keragaman suku, ras, bahasa, adat-istiadat,
Oleh: Aguk Irawan MN, Pengasuh Pesantren Kreatif Baitul Kilmah Yogyakarta Sebagai bangsa yang majemuk, kerukunan dan toleransi bukanlah sekadar slogan
DI PANGGUNG diplomasi, seringkali yang terlihat adalah gestur formal, jabat tangan kaku, dan pernyataan-pernyataan yang dirancang dengan cermat. Tapi, adakalanya,
Oleh: KM Rijal, Penggiat Media Sosial untuk Toleransi dan Perdamaian SETIAP tanggal 16 November, dunia memperingati Hari Toleransi Internasional. Buat
“Aku di sini memandangmu, menyandang senapan, berbendera pusaka.” [WS Rendra] “Lahir. Hilang. Gugur. Hidup. Mengalir. Sudah.” [Gus Mus] Dua larik
Zohran Kwame Mamdani, seorang anak muda kelahiran Uganda 18 Oktober 1991 yang kini berdiri gagah sebagai Walikota New York pertama
Dalam ajaran Islam sendiri, prinsip menghormati keyakinan orang lain sangat jelas. Al-Qur’an Surat Al-Kafirun ayat 6 menyatakan, “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” Pesan ini seharusnya menjadi fondasi dalam interaksi masyarakat yang majemuk.